Penaklukan Konstantinopel, Pelajaran dan Hikmah

Penaklukan Konstantinopel, Pelajaran dan Hikmah

Oleh: Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA.

Berita Gembira dan Motivasi dari Assunnah Annabawiyah

سئل رسول الله أي المدينتين تفتح أولا؟ أقسطنطينية أو رومية؟ فقال: تفتح مدينة هرقل أولا. (رواه أحمد وحسنه الألباني وقال تعليقا عليه قد تحقق الفتح الأول يد على يالفاتح العثماني…وسيتحقق الثاني بإذن الله ولا بد.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam ditanya: tentang kota mana yang akan lebih dahulu ditaklukkan(oleh kaum muslimiin), apakah Konstantinopel atau Roma? Beliau menjawab: “Yang pertama adalah kotanya Heraclius” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan di hasankan oleh Syekh Al-Albany, dan beliau berkomentar: “Sudah terwujud penaklukan pertama ditangan sang penakluk Utsmani…. Dan pasti akan terwujud penaklukan yang kedua dengan izin Allah”.

لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها و لنعم الجيش ذلك الجيش رواه أحمد في مسنده، والبخاري في التاريخ الكبير والحاكم في المستدرك وصححه،وحسنه ابن عبد البر في الاستيعاب، وقال الهيثمي رجاله ثقات. ولكن الشيخ الألباني ضعفه.

“Konstantinopel pasti akan ditaklukkan, pemimpinnya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan”. Syekh Al-Albany menhaifkan hadits ini.

Delapan abad setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda demikian, apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi. Benteng Konstantinopel yang terkenal kuat dan tangguh itu, akhirnya takluk di tangan kaum muslimin. Para Ulama’, di antaranya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan, “Di antara Dalaa’il an-Nubuwwah (tanda-tanda kenabian) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah sabda beliau yang menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan dan sebahagiannya sudah terbukti”.

Pujian dalam hadits tadi kepada pemimpin dan tentara yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, benar-benar melecut semangat jihad para pemimpin serta mujahidin dari masa ke masa. Berkali-kali usaha ini dilancarkan, di antaranya:

  1. Di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan di bawah komando anaknya Yazid. Turut serta dalam pasukan ini Abu Ayyub al-Anshari, seorang shahabat Rasulullah yang pemberani. Namun usaha ini menemui kegagalan dan Sahabat Abu Ayyub Syahid
  2. Di zaman Khalifah Abbasiyyah, misi yang sama juga di lakukan namun belum menuai kesuksesan, termasuk di zaman Khalifah Harun Arrasyid.
  3.  Setelah kejatuhan Baghdad 656 H, usaha penaklukan Konstantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur terutama kerajaan Saljuk. Pada tahun 463 H, Arselan berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonus Akibatnya sebagian besar wilayah kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Saljuk.
  4. Pada masa Daulah Utsmaniyyah, Sultan Murad II juga pernah melakukan beberapa kali pengepungan ke benteng tersebut, namun belum menuai hasil Hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala mewujudkan impian kaum muslimin untuk menaklukkan benteng tersebut melalui tangan pemimpin ke-7 Daulah Utsmaniyyah yang terkenal akan kesalehan dan ketakwaannya kepada Allah, Muhammad al-Fatih.

Dikisahkan bahwa tentaranya tidak pernah meninggalkan shalat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud sejak baligh. Sang Sultan sendiri tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajjud dan rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Di samping ketakwaan Sultan dan tentaranya kepada Allah, mereka memiliki semangat jihad yang tinggi, pantang menyerah, dan tidak takut mati. Mereka juga berhasil memainkan taktik perang yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, Sultan dan pasukannya bisa membuat kapal-kapal laut berjalan di atas daratan. Rute darat yang dilalui kapal-kapal Turki bukanlah rute yang mudah. Selain harus melewati jalan yang terjal, jarak yang harus ditempuh pun tidak pendek

Biografi Singkat Sang Penakluk Benteng Konstantinopel

Sultan Muhammad Tsaniy atau yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih, dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H, bertepatan dengan tanggal 20 April 1429 M. Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Adrenah.

Ayah beliau, betul-betul mendidik beliau agar menjadi seorang pemimpin kuat lagi saleh. Sultan Murad II melatih dan mendidik anaknya itu dari segala segi. Dalam bidang kesatriaan, beliau dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda. Tidak kalah penting, dalam bidang keagamaan, Ayah beliau mendatangkan beberapa Ulama’ pilihan di zamannya untuk mendidik agama beliau, di antaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy, seorang pakar fikih yang juga memiliki pengetahuan yang dalam dalam bidang ilmu Nahwu, Ma’ani, dan Bayan. Beliau adalah seorang ulama’ yang diakui keilmuannya oleh para ulama’ lainnya yang hidup di masanya. Bahkan Muhammad al-Fatih menyebutnya sebagai “Abu Hanifah zamannya”. Di samping itu, Muhammad al-fatih juga mewarisi sikap pemberani dan tidak mudah putus asa dari ayahnya. Beliau mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya. Muhammad al-Fatih juga gemar mempelajari sejarah Islam mulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga zaman beliau hidup saat itu, dan memberi perhatian khusus pada kisah tentang upaya penaklukan konstantinopel dari masa kemasa. Hal mana kelak sangat mendukung langkah beliau dalam pertempuran untuk menaklukkan benteng Konstantinopel.

Muhammad al-Fatih pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang perkasa dan saleh di bawah didikan ayah dan guru-gurunya. Tinggi badannya sedang-sedang saja, namun anggota tubuh beliau menceritakan keperkasaannya. Muhammad al-Fatih sangat mahir mengendarai kuda dan pandai memainkan senjata. Beliau dikenal sebagai sosok yang pemberani, adil dalam memutuskan perkara, dalam pengetahuan agama dan sastranya, zuhud lagi wara’ terhadap dunia, serta memiliki pandangan ke depan yang tajam. Sang penakluk Konstantinopel ini juga sangat rajin beribadah. Beliau jarang sekali absen shalat di Masjid Jami’. Beliau juga dikenal sebagai penguasa yang dekat dengan Ulama’.

Semenjak kecil, Sultan Muhammad telah mengamati upaya-upaya ayahnya, Sultan Murad II, untuk menaklukkan Konstantinopel. Beliau juga mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta –pada usia yang sangat muda- (22 tahun) menggantikan ayahnya pada tahun 855 H, beliau mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menaklukkan Konstantinopel.

Sekilas mengenai benteng konstantionopel

Konstantinopel, adalah salah satu bandar terkenal di dunia. Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya, Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis. Hal ini yang membuatnya juga mempunyai tempat istimewa ketika umat Islam memulai perkembangannya di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam, seperti dinyatakan oleh beliau dalam haditsnya.

Dibalik kemegahan kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan. Cukuplah kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya.

Sampai pertengahan abad 15, tembok Konstantinopel masih menjadi masterpiece sistem pertahanan terbaik buatan manusia. Tembok ini mengelilingi kota Konstantinopel sepanjang 20 km, dengan 188 menara pengawas berantai setiap 70 meter
Bilapun mereka sanggup merenangi parit dengan hujan panah, maka di menara outer wall telah menanti pemanah yang lain. Dan jika pun, mereka sanggup melewati tembok lapis 2, batu-batu menanti menghantam kepala mereka dari tembok lapis ke 3.
Pasukan serbia juga mencoba menggali tanah di bawah dinding, namun tentara Konstantinopel berhasil membacanya. Mereka menyiapkan lubang counter attack, lalu membakar habis para penggali di bawah tanah, penggalian telah gagal. Terbentang di denah petanya, pertahanan yang begitu kuat. Namun Sultan Muhammad tidak gentar atas nama besar benteng tersebut.

Lapis Tembok Benteng Konstantinopel

The Perfect Defenses, dengan prestasi 1.123 tahun tak pernah sekalipun jebol, tembok itu adalah kebanggaan mereka. Dan sekarang Sultan Muhmmad berdiri menantang legenda 1.123 tahun itu, sesuatu yang tidak mungkin bagi sebagian insan.

Khusus di wilayah yang berbatasan dengan daratan, tembok ini berlapis 3, parit diluar dan 2 lapis tembok di bagian dalam. Dengan tinggi total 18 meter, jelas tembok ini bukan lawan artileri kelas trebuchet dan catapult yang efektif di abad lalu. Tak kurang 23 kali tembok ini lepas dari kepungan. Persia, Bulgaria, Rusia dan kaum Muslim pernah merasakan kekuatannya. Pasukan kavaleri harus berhenti di depan parit berair sedalam 10 m dan lebar 20 m, dan pasukan pemanah yang menyambut mereka.

Bilapun mereka sanggup merenangi parit dengan hujan panah, maka di menara outer wall telah menanti pemanah yang lain. Dan jika pun, mereka sanggup melewati tembok lapis 2, batu-batu menanti menghantam kepala mereka dari tembok lapis ke 3.
Pelajaran-pelajaran dari penaklukan konstantinopel:

1. Kesolidan yang di bangun di atas ilmu dan ketaqwaan

Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II sebagaimana orang turki menyebutnya merupakan pribadi yang tiada tara di jamannya, seorang pemuda yang tak pernah meninggalkan shalat wajib, rawatib serta tahajud semenjak balighnya, dan juga ahli dalam administrasi, sejarah, serta strategi militer. Begitupun pasukannya, tak ada satupun dari mereka yang pernah meninggalkan shalat wajib sedari baligh.

Begitupun pertimbangan materinya, yang dibawa sultan kala itu adalah prajurit terbaik di jamannya, Janissaries, sekelompok pasukan elit yang sanggup menggetarkan eropa, penakluk banyak pasukan kerajaan Eropa, yang bergeraknya 1000 pasukan Janissaries saja bisa lebih sunyi daripada bergeraknya 100 orang pasukan eropa

2. Kesiapan pasukan

Pasukan Janissary, Begitulah mereka di sebut,tentang kehebatan pasukan al-fatih ini dengarkan ungkapan Bertrandon de la Brocquiere saat mengunjungi kamp-kamp pasukan Muslimin :

“Mereka sangat rajin, terbiasa bangun lebih awal dan hidup sederhana, mereka tidur dimanapun dan biasanya di tanah”

“100.000 tentara Muslim akan bergerak lebih hening dan cepat daripada 100 tentara kristen dalam kesempatan yang sama”

“Ketika situasi memerlukan mereka untuk menunjukkan keberanian, maka mereka tidak pernah gagal dalam melakukannya”

Busbeq, utusan Austria ketika bertandang ke kemah-kemah Yeniseri juga menyampaikan hasil pandangan matanya:

“Disana kita tidak akan temukan judi ataupun minuman keras, bahkan umpatan, makian dan sumpah serapah dari tentara (Muslim)”

“Kamar kecil mereka bersih, dan divisi medis selalu diikutkan kemanapun tentara pergi untuk mengobati mereka”
Simak pula sejarawan David Nicolle berbicara tentang pasukan Yeniseri Muslim.

“Sepanjang sejarah, Yeniseri adalah pasukan yang paling populer, bahkan diantara orang miskin sekalipun karena kepedulian yang tinggi”

“Agama (Islam) adalah inti dari moral dan motivasi mereka, dan divisi ini dibentuk dengan tujuan untuk menyebarluaskan Islam”

3. Kesiapan sarana dan persenjataan

Muhammad Al-Fatih sangat menyadari bahwa siapa yang menguasai lautan akan menguasai Konstantinopel, bahkan menguasai seluruh dunia. Konstruksi massal diperintahkan, ahli-ahli kapal didatangkan dari Syria, insinyur-insinyur kapal disewa dari Genoa atau Venesia. Sultan Muhammad juga menunjuk Baltaoghlu sebagai Kapudan Bahriye Pasha, Captain of The Sea, yang mengawasi persiapan laut. Total dalam waktu 2 tahun, 400 kapal laut berhasil disiapkan untuk menggempur Konstantinopel dari jalur laut. Didominasi oleh fustae, kapal dayung yang berukuran 19-24 pendayung dan memuat 220 tentara, armada laut yang siap siaga.

Gambar Reka Perahu Fustae Milik Angkatan Laut Khilafah Turki Utsmani

Tembok Konstantinpel selalu berhasil menghalau siapapun yang berkeinginan menjejak pada kota Konstantinopel. Begitupun langkah kaum Muslim selama ini selalu dapat dijegal oleh tembok yang berusia lebih dari 1000 tahun, tak terkalahkan. Tak dapat temukan cara atasi tembok, berarti tak dapat Konstantinopel, berarti masih ada duri dalam daging, begitu pikirnya. Satu hal yang dapat Muhmmad simpulkan, bahwa pertahanan yang baik selalu dikalahkan dengan senjata berat, artileri yang baik. Semakin kuat pertahanan, berarti semakin kuat artileri diperlukan. Namun gerangan apakah artileri yang sepadan dengan tembok itu?

Satu hari muncul seniman bernama Orban ke depan kaisar. Dia hendak menawarkan rancangan senjata terbaru kepada kaisar Byzantium penguasa Konstantinopel, senjata melebihi zamannya. Namun kaisar Constantine XI meremehkannya karena merasa begitu yakin dengan temboknya, dan tak memiliki cukup material.

Orban pun diminta tinggal di Konstantinopel, diberikan santunan yang cukup agar tak menawarkan senjatanya pada yang lain. Namun seniman senjata tak memiliki ideologi, segera setahun kemudian dia mendatangi Sultan Muhmmad II menawarkan rancangannya. Di depan sultan, Orban diberi pertanyaan “Mampukah engkau membuat senjata yang dapat melontarkan peluru raksasa?”
“Seandainya menara Babil ada didepanku, akan kuruntuhkan dengan senjataku” jawabnya yakin “termasuk tembok Konstantinopel!”

Gembira dengan jawaban Orban, Muhammad membayarnya 4x lipat lebih dari kaisar, dan memerintahkan membuat meriam itu secepatnya. Pekerja dikumpulkan, tanur setinggi rumah didirikan untuk melelehkan tembaga, besi, dan campuran lainnya. Cetakan dari lumpur yang dikeraskan dibuat di dalam tanah, kiri-kanannya diperkuat batuan untuk menahan beban meriam. Saat tiba penuangan (casting) pada cetakan, suasana diliputi panas “siapa yang ingin merasakan neraka harus melihatnya”. Mehmed mengumpulkan ulama yang memanjatkan doa, “Allah, Allah” begitu ucapan mereka tatkala menyaksikan tembaga berpendar. Seiring dituangkannya cairan merah keemasan pada cetakan, takbir berkumandang dari lisan ulama, mendoakan keberhasilannya.
Setelah beberapa hari meriam itu didinginkan, maka tatkala digali, meriam itu bagaikan kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya. Sebuah keajaiban abad pertengahan telah lahir. Hal yang tak pernah terjadi di bumi manapun kini dilakukan oleh kaum Muslim. Rancangan meriam itu tanpa cela. Dengan kaliber 0.7 m, berat 18 ton, panjang 5 meter, ia menembakkan peluru 680 kg sejauh 1,6 km. 3 bulan kemudiam, senjata ini diuji. Dentumannya terdengar sejauh 18 km, memuntahkan peluru yang bersarang 2 m dibawah tanah. Sultan Muhammad merasa puas dengan senjata ini dan memerintahkan Orban membuatnya secara massal, dan menggandakan ukurannya.

Gambar Basilica Canon dengan moncong bertuliskan “Tolonglah Ya Allah”

Struktur Meriam Sultan Muhammad al-Fatih (Canon Basilica)

Total dalam waktu satu tahun Orban dapat menyelesaikan 69 meriam, satu berukuran 5 m, satu lagi 8 m dan yang lain ukuran standar. Tak ada kata-kata yang tepat untuk menamakan meriam ini, yang dunia tahu bahwa ini model yang terbesar pada zamannya. Kelak tatkala militer Konstantinopel melihatnya, mereka akan menamakannya “meriam penebar horor” dan “meriam monster”. Atau lebih mudah dikenal dengan nama “Muhammad’s Greats Gun” atau “Basilica Canon“, apapun yang mewakilkan kekuatannya. Saat berita ini menyebar di Konstantinopel, panik melanda mereka, saat itu mereka betul-betul menyadari telah meremehkan Muhammad. Menunggu meriam ini dikerek ke depan tembok Konstantinopel dan menggedor keangkuhan tembok dan kedzaliman peradaban mereka. Semua ini akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat. []

Disalin dari slide materi Tabligh Akbar “Penaklukan Kostantinopel, Pelajaran dan hikmah” Oleh: Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. Sabtu, 12 Januari 2013, Di Masjid Kampus Unhas.
Sumber: http://wahdahmakassar.org/penaklukan-kostantinopel-pelajaran-dan-hikmah/#ixzz2RKcKk8JQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s